Kamis, 25 Oktober 2018

DataBase Management System (DBMS)
Pertanyaan :

Buat model ER untuk masing-masing deskripsi berikut:
(a) Setiap perusahaan mengoperasikan empat departemen, dan masing-masing departemen milik satu perusahaan.
(b) Setiap departemen di bagian (a) mempekerjakan satu atau lebih karyawan, dan setiap karyawan bekerja untuk satu departemen.
(c) Setiap karyawan sebagian (b) mungkin atau mungkin tidak memiliki satu atau lebih tanggungan, dan masing-masing tergantung
milik satu karyawan.
(d) Setiap karyawan bagian (c) mungkin atau mungkin tidak memiliki riwayat pekerjaan


Rabu, 10 Oktober 2018

Uraikan Keuntungan dan Kerugian menggunakan DBMS, dan mengapa E-R Diagrams sangat penting dalam DBMS ?

KEUNTUNGAN dan KERUGIAN DBMS

Sistem basis data (DBMS) merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi. DBMS juga sebagai penentu kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Namun demikian, tentu saja Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sasaran utama DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien dalam menyimpan dan mengambil informasi ke dan dari basis data.

KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:
1. Mengurangi pengulangan data
Apabila dibandingkan dengan file-file komputer yang disimpan terpisah di setiap aplikasi komputer, DBMS mengurangn jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam satu file.
2. Mencapai independensi data
Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.
3. Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaftan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak hares tercermin pada media penyimpanan fisik.
4. Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
5. Meningkatkan keamanan
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sand (password), direktori pemakai, dan bahasa sand (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.
6. Penggunaan Data Bersama (The Data Can Be Shared)
7. Menghindari Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)
8. Integritas Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained
9. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)
10. Pelaksanaan Standarisasi (Standards Can Be Enforced)
11. Meningkatkan Produktivitas (Increased productivity)
12. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)

KERUGIAN menggunakan DBMS:
1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
2. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan clan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.
3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).Baik basis data terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat untukmemecahkan masalah. Namun, keduanya memberikan dasar-dasar menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pengguna.
4. Rumit (Complexity)
Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.
5. Ukuran (Size)
Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.
6. Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.


Pentingnya ERD dalam DBMS
Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.

Konsep Entity Relationalship Diagram ditemukan pertama kali oleh Peter Chen di tahun 1976. Entitiy Relationalship Diagram dapat dideskripsikan sebagai model yang menjelaskan isi dan hubungan data dalam suatu basis data dalam bentuk entitas, atribut, serta relationship antar entitas.

Atau pengertian sempitnya adalah sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (database) dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek yaitu disebut sebagai entity dan hubungan atau relasi antar objek- objek tersebut.

Fungsi ERD, diantaranya :
1. Untuk merancang model dasar dari struktur data serta relationship atau hubungan dari setiap data tersebut.
2. Untuk mempermudah pengerjaan basis datanya karena dalam ERD kita sudah menjelaskan hubungan dari data satu ke data lainnya
3.. Untuk mempermudah dalam mengubah dan menganalisis suatu sistem secara dini
4. Untuk mempermudah dalam pengembangan suatu sistem karena dalam ERD sudah terdapat gambaran umum serta detil dari suatu sistem yang dirancang.

Lalu seberapa pentingkah peranan ERD saat ini? Tentunya pemahaman serta penguasaan ERD sangat diperlukan karena dengan konsep ERD kita bisa merancang suatu sistem yang kokoh dan terstruktur. Karena di tahap pengerjaan ERD kita diharuskan menganalisis suatu hubungan dari data yang hendak disimpan dalam di basis data sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kekacauan data seperti adanya data yang redundan yang tentunya bisa menyebabkan tabrakan data. Selain itu dengan ERD kita bisa mendeteksi kelemahan suatu sistem serta data apa saja yang perlu dan tak perlu ada dalam basis data serta kita bisa menentukan data constraintnya, data cardinality, hingga atributte type. Sehingga hasil akhir dari sistem yang akan dikerja menjadi lebih minim tingkat kesalahannya, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhan.

https://bahriqu.wordpress.com/2012/01/10/keuntungan-dan-kerugian-dbms/
http://windaolyvia.blogspot.com/2011/06/kuntungan-dan-kerugian-dbms.html?m=1
http://fanserker.blogspot.com/2013/12/fungsi-dan-peranan-erd.html?m=1
https://erlanagustianea.wordpress.com/2015/12/28/penjelasan-kumpulan-materi-erd-database-dan-normalisasi-sistem-basis-data/